
Seni bela diri merupakan satu kesenian yang timbul sebagai satu cara seseorang itu mempertahankan diri. Seni bela diri telah lama wujud dan pada mulanya ia berkembang di medan pertempuran sebelum secara perlahan-lahan apabila peperangan telah berkurangan dan penggunaan senjata moden mula digunakan secara berleluasa, seni bela diri mula berkembang dikalangan mereka yang bukannya anggota tentera tetapi merupakan orang awam.
Boleh dikatakan seni bela diri terdapat di merata-merata di dunia ini dan hampir setiap negara mempunyai seni bela diri yang berkembang samaada secara tempatan atau diubah suai daripada seni bela diri luar yang meresap masuk. Sebagai contoh seni silat adalah seni bela diri yang berkembang di negara ASEAN dan terdapat di Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Brunei.
Bagaimanapun kemudahan perhubungan dan komunikasi yang adapada masa ini memudahkan perkembangan idea dan seni bela diri tidak lagi terhad di tanah asalnya tetapi telah berkembang keseluruh dunia.
Seni bela diri juga terbahagi kepada beberapa jenis daripada seni tempur bersenjata tajam, senjata tidak tajam seperti kayu, dan seni tempur tangan kosong. Di antara jenis-jenis seni bela diri yang ada adalah seperti berikut:
BANTEN- Seorang pria membagi-bagikan semacam brosur yang isinya surat wasiat dari Imam Samudra, terpidana mati kasus Bom Bali I yang telah dieksekusi dini hari tadi. Tak diketahui secara pasti apakah orang tersebut berasal dari keluarga, kerabat Imam Samudra atau dari satu organisasi massa Islam.
Surat tersebut dibagikan kepada siapa saja yang berada di sekitar kediaman Imam Samudra di Kampung Lopang Gede, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Banten, Minggu (9/11/2008).Sementara itu, saat ini jenazah Imam Samudra berada di Masjid Almanar, yang selanjutnya akan dibawa ke rumah duka.
Adapun surat tersebut berbentuk secarik kertas yang berisi wasiat Imam Samudra berisi:
"Saudara, aku wasiatkan kepada antum dan seluruh umat Islam yang telah mengazzamkan dirinya kepada jihad dan mati syahid untuk terus berjihad dan bertempur melawan setan akbar, Amerika dan Yahudi laknat.
Saudaraku, jagalah selalu amalan wajib dan sunnah harian antum semua. Sebab dengan itulah kita berjihad dan sebab itulah kita mendapat rizki mati syahid. Janganlah anggap remeh amalan sunnah akhi, sebab itulah yang akan menyelamatkan kita semua dari bahaya futur dan malas hati.
Saudaraku, jagalah salat malammu kepada Allah Azza Wajalla. Selalulah isi malam-malammu sujud kepada-Nya dan pasrahkan diri antum semua sepenuhnya kepada kekuasaannya. Ingatlah saudaraku, tiada kemenangan melainkan dari Allah semata.
Kepada antum semua yang telah mengikrarkan dirinya untuk bertempur habis-habisan melawan anjing-anjing kekafiran, ingatlah perang belum usai. Janganlah takut cercaan orang-orang yang suka mencela, sebab Allah di belakang kita. Janganlah kalian bedakan antara sipil kafir dengan tentara kafir, sebab yang ada dalam Islam hanyalah dua, adalah Islam atau kafir.
Saudaraku, jadilah hidup antum penuh dengan pembunuhan terhadap dengan orang-orang kafir. Bukanlah Allah telah memerintahkan kita untuk membunuh mereka semuanya, sebagaimana mereka telah membunuh kita dan saudara kita semuanya. Bercita-citalah menjadi penjagal orang-orang kafir. Didiklah anak cucu antum semua menjadi penjagal dan teroris bagi seluruh orang-orang kafir. Sungguh saudaraku, predikat itu lebih baik bagi kita daripada predikat seorang muslim, tetapi tidak peduli dengan darah saudaranya yang dibantai oleh kafirin laknat. Sungguh gelar teroris itu lebih mulia daripada gelar ulama. Namun mereka justru menjadi penjaga benteng kekafiran."
Keputusan yang dibuat Baginda Raja untuk melepaskan Abu Nawas memang sangat tepat. Karena bila sampai Abu Nawas bertambah sakit hati maka tidak mustahil kesusahan yang akan ditimbulkan akan semakin gawat. Kini hidung Abu Nawas sudah bisa menghirup udara kebebasan di luar. Istri Abu Nawas menyambut gembira kedatangan suami yang selama ini sangat dirindukan. Abu Nawas juga riang. Apalagi melihat tanaman kentangnya akan membuahkan hasil yang bisa dipetik dalam waktu dekat.
Abu Nawas memang girang bukan kepalang tetapi ia juga merasa gundah. Bagaimana Abu Nawas tidak merasa gundah gulana sebab Baginda sudah tidak lagi memakai perangkap untuk memenjarakan dirinya. Tetapi Baginda Raja langsung memenjarakannya. Maka tidak mustahil bila suatu ketika nanti Baginda langsung menjatuhkan hukuman pancung. Abu Nawas yakin bahwa saat ini Baginda pasti sedang merencanakan sesuatu. Abu Nawas menyiapkan payung untuk menyambut hujan yang akan diciptakan Baginda Raja.
Pada hari itu Abu Nawas mengumumkan dirinya sebagai ahli nujum atau tukang ramal nasib. Sejak membuka praktek ramal-meramal nasib, Abu Nawas sering mendapat panggilan dari orang-orang terkenal. Kini Abu Nawas tidak saja dikenal sebagai orang yang handal dalam menciptakan gelak tawa tetapi juga sebagai ahli ramal yang jitu.
Mendengar Abu Nawas mendadak menjadi ahli ramal maka Baginda Raja Harun Al Rasyid merasa khawatir. Baginda curiga jangan-jangan Abu Nawas bisa membahayakan kerajaan. Maka tanpa pikir panjang Abu Nawas ditangkap. Abu Nawas sejak semula yakin Baginda Raja kali ini bemiat akan menghabisi riwayatnya. Tetapi Abu Nawas tidak begitu merasa gentar. Mungkin Abu Nawas sudah mempersiapkan tameng. Setelah beberapa hari meringkuk di dalam penjara, Abu Nawas digiring menuju tempat kematian.
Tukang penggal kepala sudah menunggu dengan pedang yang baru diasah. Abu Nawas menghampiri tempat penjagalan dengan amat tenang. Baginda merasa kagum terhadap ketegaran Abu Nawas. Tetapi Baginda juga bertanya-tanya dalam hati mengapa Abu Nawas begitu tabah menghadapi detik-detik terakhir hidupnya. Ketika algojo sudah siap mengayunkan pedang, Abu Nawas tertawa-tawa sehingga Baginda menangguhkan pemancungan.
Beliau bertanya, "Hai Abu Nawas, apakah engkau tidak merasa ngeri menghadapi pedang algojo?"
"Ngeri Tuanku yang mulia, tetapi hamba juga merasa gembira." jawab Abu Nawas sambil tersenyum.
"Engkau merasa gembira?" tanya Baginda kaget.
"Betul Baginda yang mulia, karena tepat tiga hari setelah kematian hamba, maka Baginda pun akan mangkat menyusul hamba ke liang lahat, karena hamba tidak bersalah sedikit pun." kata Abu Nawas tetap tenang. Baginda gemetar mendengar ucapan Abu Nawas. dan tentu saja hukuman pancung dibatalkan.
Abu Nawas digiring kembali ke penjara. Baginda memerintahkan agar Abu Nawas diperlakukan istimewa. Malah Baginda memerintahkan supaya Abu Nawas disuguhi hidangan yang enak-enak. Tetapi Abu Nawas tetap tidak kerasa tinggal di penjara. Abu Nawas berpesan dan setengah mengancam kepada penjaga penjara bahwa bila ia terus-menerus mendekam dalam penjara ia bisa jatuh sakit atau meninggal Baginda Raja terpaksa membebaskan Abu Nawas setelah mendengar penuturan penjaga penjara.
Tidak begitu lama Abu Nawas dihadapkan. Baginda mengatakan bahwa akhir-akhir ini ia sulit tidur karena diganggu oleh keingintahuan menyingkap dua rahasia alam.
"Tuanku yang mulia, sebenarnya rahasia alam yang manakah yang Paduka maksudkan?" tanya Abu Nawas ingin tahu.
"Aku memanggilmu untuk menemukan jawaban dari dua teka-teki yang selama ini menggoda pikiranku." kata Baginda.
"Bolehkah hamba mengetahui kedua teka-teki itu wahai Paduka junjungan hamba."
"Yang pertama, di manakah sebenarnya batas jagat raya ciptaan Tuhan kita?" tanya Baginda.
"Di dalam pikiran, wahai Paduka yang mulia." jawab Abu Nawas tanpa sedikit pun perasaan ragu,
"Tuanku yang mulia," lanjut Abu Nawas "Ketidak terbatasan itu ada karena adanya keterbatasan. Dan keterbatasan itu ditanamkan oleh Tuhan di dalam otak manusia. Dari itu manusia tidak akan pernah tahu di mana batas jagat raya ini. Sesuatu yang terbatas tentu tak akan mampu mengukur sesuatu yang tidak terbatas."
Baginda mulai tersenyum karena merasa puas mendengar penjelasan Abu Nawas yang masuk akal. Kemudian Baginda melanjutkan teka-teki yang kedua. "Wahai Abu Nawas, manakah yang lebih banyak jumlahnya: bintang-bintang di langit ataukah ikan-ikan di laut?"
"Ikan-ikan di laut." jawab Abu Nawas dengan tangkas. "Bagaimana kau bisa langsung memutuskan begitu. Apakah engkau pernah menghitung jumlah mereka?" tanya Baginda heran. "Paduka yang mulia, bukankah kita semua tahu bahwa ikan-ikan itu setiap hari ditangkapi dalam jumlah besar, namun begitu jumlah mereka tetap banyak seolah-olah tidak pernah berkurang karena saking banyaknya. Sementara bintang-bintang itu tidak pemah rontok, jumlah mereka juga banyak." jawab Abu Nawas meyakinkan.
Seketika itu rasa penasaran yang selama ini menghantui Baginda sirna tak berbekas. Baginda Raja Harun Al Rasyid memberi hadiah Abu Nawas dan istrinya uang yang cukup banyak.
ISTILAH TAEKWONDO DARI BAHASA KOREA
|
NO |
KOREA |
INDONESIA |
|
1 |
SON |
TANGAN |
|
2 |
PAL |
PERGELANGAN TANGAN |
|
3 |
JOOMEOK |
KEPALAN |
|
4 |
DEUNG JOOMEOK |
KEPALAN BAGIAN BELAKANG |
|
5 |
PYONG JOOMEOK |
KEPALAN BAGIAN JARI YANG DILIPAT |
|
6 |
BAM JOOMEOK |
KEPALAN BAGIAN JARI TENGAH/TELUNJUK |
|
7 |
SONAL |
PISAU TANGAN |
|
8 |
BATANG SON |
TELAPAK TANGAN BAGIAN PANGKAL |
|
9 |
PYEON SON KEUT |
TUSUKAN DENGAN JARI-JARI TENGAH |
|
10 |
AGEUM SON |
TUSUKAN KE ARAH LEHER |
|
11 |
GAWI SON KEUT |
TUSUKAN KE ARAH MATA |
|
12 |
BAKAT PALMEUK |
LENGAN BAGIAN LUAR |
|
13 |
AN PALMEUK |
LENGAN BAGIAN DALAM |
|
14 |
PALKUP |
SIKU TENGAH |
|
15 |
BAL |
PERGELANGAN KAKI |
|
16 |
AP CHUK |
TELAPAK KAKI DEPAN |
|
17 |
BAL NAL |
PISAU KAKI |
|
18 |
BAL DEUNG |
PUNGGUNG KAKI |
|
19 |
BAL BADAK |
TELAPAK KAKI |
|
20 |
DWI CHUK |
TUMIT KAKI |
|
21 |
MOOREUP |
LUTUT |
|
22 |
CHARYEOT SEOGI |
SIKAP DENGAN KAKI TERBUKA |
|
23 |
MOA SEOGI |
SIKAP DENGAN KAKI TERTUTUP |
|
24 |
PYEON HI SEOGI |
SIKAP SIAP SELEBAR BAHU ( SEDIKIT TERBUKA ) |
|
25 |
MARANI SEOGI |
SIKAP SIAP SEJAJAR |
|
26 |
COO CHOM SEOGI |
SIKAP JONGKOK SIKAP KAKI SEJAJAR |
|
27 |
AP KOOBI |
SIKAP KUDA-KUDA PANJANG |
|
28 |
DWI KOOBI |
SIKAP KUDA-KUDA BELAKANG (L) |
|
29 |
AP SEOGI |
SIKAP KUDA-KUDA PERNDEK |
|
30 |
BEOM SEOGI |
SIKAP MACAN |
|
31 |
AP KOA SEOGI |
X STAND (LEWAT DEPAN) |
|
32 |
DWI KOA SEOGI |
X STAND (LEWAT BELAKANG) |
|
33 |
PYEON |
TERBUKA |
|
34 |
HAK DARI SEOGI |
SIKAP KAKI SATU (KAKI YANG BERTUMPU LURUS) |
|
35 |
AGEUM HAK DARI SEOGI |
SIKAP KAKI SATU (KAKI YANG DITEKUK KE BELAKANG) |
|
36 |
MOMTONG BARO JIREUGI |
PUKULAN BERLAWANAN KEARAH PERUT |
|
37 |
MOMTONG BANDE JIREUGI |
PUKULAN SEJAJAR KEARAH PERUT |
|
38 |
UOGEUL JIREUGI |
PUKULAN KEARAH KEPALA |
|
39 |
JE CHIN DU JOOMEOK MOMTONG JIREUGI |
PUKULAN DUA TANGAN KE ARAH PERUT (TAEGEUK 7) |
|
40 |
JE CHIN JOOMEOK DANG KYO TEOK JIREUGI |
UPPER CUT (TAEGEUK |
|
41 |
HANSON KEUT CHIGI |
TUSUKAN SATU JARI KEARAH MATA |
|
42 |
JAE CHIN SONNAL MOKCHIGI |
TANGAN PISAU DARI LUAR |
|
43 |
UP PUN HAN SONAL MOK CHIGI |
TANGAN PISAU DARI DALAM KE LUAR |
|
44 |
JAEBI POOM MOK CHIGI |
PISAU TANGAN TANGKIS DARI LUAR KE DALAM,YANG SATU TANGKIS TAS |
|
45 |
DEUNG JOOMEOK EOLGEUL AP CHIGI |
BACK FIS |
|
46 |
PAKKEOP EOLGEOL DOLLYO CHIGI |
SIKU ARAH SAMPING (KEPALA TAEHEUK 5) |
|
47 |
PALKEOP OLRYO CHIGI |
SIKU KE ARAH DAGU |
|
48 |
AREA MAKI |
TANGKISAN KE ARAH BAWAH DENGAN TANGAN BAGIAN LUAR |
|
49 |
EOLGEUL |
TANGKISAN KE ARAH KEPALA |
|
50 |
MOUNTONG BAKAT |
TANGKISAN LENGAN BAGIAN LUAR |
|
51 |
BAKAT PALMOK MOUNTONG AN MAKKI |
TANGKISAN KE DALAM DENGAN TANGAN BAGIAN LUAR |
|
52 |
AN PALMOOK MOUNTONG BAKAT MAKKI |
TANGKISAN KELUAR DENGAN TANGAN BAGIAN DALAM (BERLAWANAN DENGAN KAKI) |
|
53 |
SONNAL GODRO MOUNTONG BAKAT MAKKI |
TANGKISAN TENGAH DUA TANGAN PISAU |
|
54 |
BAKAT PALMEUK GODRO MOUNTONG BAKAT MAKKI |
TANGKISAN DUA TANGAN KEPAL KE ARAH DADA |
|
55 |
HAN SONAL MOUNTONG BAKAT MAKKI |
TANGKISAN PISAU TANGAN DARI DALAM KE LUARTANGKISAN TELAPAK TANGAN DARI LUAR KE DALAM |
|
56 |
BATANG SON MOUNTONG AN MAKKI |
TANGKISAN TELAPAK TANGAN DARI LUAR KE DALAM |
|
57 |
HAN SONAL AREA BAKAT MAKKI |
TANGKISAN BAWAH DENGAN PISAU TANGAN |
|
58 |
SONAL GODRO AREA BAKAT MAKKI |
TANGKISAN DUA TANGAN PISAU KE ARAH BAWAH |
|
59 |
BAKAT PALMEUK GODRO AREA BKAT MAKKI |
TANGKISAN BAWAH DUA TANGAN |
|
60 |
GAWI MAKKI |
TANGKISAN SILANG |
|
61 |
MOUNTONG HAEHCOMAKKI |
TANGKISAN DUA SILANG BERGANDA |
|
62 |
SANTEUL MAKKI |
TANGKISAN (U) DUA TANGAN |
|
63 |
WE SANTEUL MAKKI |
TANGKISAN BAWAH DAN ATAS (MENYAMPING) |
|
64 |
DU PALMOK AREA HECHO MAKKI |
TANGKISAN BAWAH DENGAN DUA TANGAN |
|
65 |
DU PALMOK EUTKUREU AREA MAKKI |
TANGKISAN (X) ARAH BAWAH |
|
66 |
DU PALMOK EUTKUREU EOLGEOL MAKKI |
TANGKISAN (X) ARAH ATAS |
|
67 |
GEUNGANG MAKKI |
TANGKISAN DUA TANGAN ATAS BAWAH |
|
68 |
BO JOOMEOK |
KEPALA DIGENGGAM,SIKAP HORMAT |
|
69 |
PYO JEOK CHIGI |
HANTAMAN TELAPAK TANGAN ( KORYO POMSE ) |
|
70 |
OREUN |
KAKI KANAN |
|
71 |
OWEN |
KAKI KIRI |
|
72 |
BAKAT PALMOK AREA BAKAT MAKKI |
TANGKISAN KE ARAH BAWAH |
|
73 |
BAKAT PALMOK MOUNTONG BAKAT MAKKI |
TANGKISAN KE ARAH TENGAN (ULUH HATI) |
|
74 |
BAKAT PALMOK EOLGEOL BAKAT MAKKI |
TANGKISAN KE ARAH TENGAH ATAS BAHU |
|
75 |
BAKAT PALMOK OELGOL BAKAT MAKKI |
TANGKISAN KE ARAH BAGIAN ATAS KEPALA |
|
76 |
PION SENKUT SEWO JEUREUGI |
TUSUKAN DENGAN UJUNG JARI KE ARAH PERUT |
|
|
||
DASAR DARI TENDANGAN
PROGRAM LATIHAN FISIK
1. LOMPAT-LOMPAT KAKI SILANG KE ARAH DEPAN
2. LOMPAT-LOMPAT KAKI SILANG KE ARAH SAMPING
3. LOMPAT-LOMPAT 360 DERAJAT KIRI DAN KANAN BERPUTAR KEMBALI KE DEPAN
4. SKOTJAM TANGAN DI PINGGANG LOMPATAN SETINGGI 50 CM
5. LOMPAT TENDANG KEDUA KAKI RAPAT KE ARAH DEPAN
6. PUS AP BIASA DENGAN TANGAN DIKEPAL
7. KAKI KANGKANG SLAIDING KE SAMPING MENGAMBIL BOLA JONGKOK
8. PUS AP DENGAN LOMPAT TEPUK DUA TANGAN DAN KAKI
9. LARI DI TEMPAT DENGAN CEPAT LUTUT DIANGKAT KE ATAS PERUT
10. LARI DI TEMPAT POSISI MENUNDUK DENGAN CEPAT
11. LOMPAT KE DUA LUTUT SENTUH KE ARAH DADA
12. LOMPAT DUA KAKI LIPAT KE ARAH BELAKANG
13. LOMPAT SAMBIL MENENDANG KE ARAH DEPAN
14. LOMPAT KEDUA KAKI BUKA KE ARAH SAMPING
15. KAKI KUDA-KUDA PANJANG SEPERTI ORANG MAIN ANGGAR
16. SIT AP DENGAN HURUF V TANGAN SENTUH DUA UJUNG JARI
17. TIDUR SAMBIL SIT AP PUNGGUNG KEPADA DIANGKAT DAN KAKI DIANGKAT
18. BERDIRI LALU JONGKOK KAKI DILEMPAR KE BELAKANGLALU PUS AP
19. JALAN DENGAN KEDUA TANGAN DAN KAKI DIANGKAT OLEH TEMAN ( PARTNER )
20. LOMPAT DIATAS PUNGGUNG TEMAN LALU MASUK KE SELANGKANGAN
21. LOMPAT DIATAS PUNGGUNG TEMAN BULAK-BALIK DENGAN POSISI SAMPING
22. LOMPAT DIATAS PUNGGUNG TEMAN BULAK-BALIK DENGAN POSISI SAMPING
23. LOMPAT SAMBIL MELEMPAR BOLA BASKET BULAK-BALIK GANTI TANGAN
24. LOMPAT SAMBIL MENANGKAP BOLA BULAK-BALIK
25. LOMPAT SAMBIL MENCEMES BOLA VOLY BOLAK-BALIK GANTI TANGAN
26. LOMPAT DIATAS PUNGGUNG TEMAN YANG SEDANG BERTELUT DENGAN KEDUA KAKI BOLAK-BALIK TANPA BERHENTI
27. JONGKOK MEMBUAT LINGKARAN RANTAI PER-GROUP DAN LOMPAT ARAH JAM DAN KEBALIKANNYA SEBANYAK 50 HITUNGN.
TUJUAN PEREGANGAN
WAKTU PEREGANGAN
4) Sehabis duduk lama,untuk menghilangkan ketegangan
Pitung
Asal :
Betawi
Kesaktian :
Jago bermain golok dan kebal dengan senjata tajam dan senjata api.
Pitung adalah salah satu pendekar orang asli Indonesia berasal dari daerah betawi yang berasal dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Pitung dididik oleh kedua orang tuanya berharap menjadi orang saleh taat agama. Ayahnya Bang Piun dan Ibunya Mpok Pinah menitipkan si Pitung untuk belajar mengaji dan mempelajari bahasa Arab kepada Haji Naipin.
Setelah dewasa si Pitung melakukan gerakan bersama teman-temannya karena ia tidak tega melihat rakyat-rakyat yang miskin. Untuk itu ia bergerilya untuk merampas dan merampok harta-harta masyarakat yang hasil rampasannya ini dibagikan kepada rakyat miskin yang memerlukannya.
Selain itu Pitung suka membela kebenaran dimana kalau bertemu dengan para perampas demi kepentingannya sendiri maka sama si Pitung akan dilawan dan dari semua lawannya Pitung selalu unggul.
Gerakan Pitung semakin meluar dan akhirnya kompeni Belanda yang saat itu memegang kekuasan di negeri Indonesia melakukan tindakan terhadap si Pitung. Pemimpin polisi Belanda mengerahkan pasukannya untuk menangkap si Pitung, namun berkali-kali serangan tersebut tidak menghasilkan apa-apa. Pitung selalu lolos dan tidak mudah untuk ditangkap oleh pasukan Belanda. Ditambah-tambah si Pitung mempunyai ilmu kebal terhadap senjata tajam dan sejata api.
Kompeni Belanda pun tidak kehilangan akal, pemimpin pasukan Belanda mencari guru si Pitung yaitu Haji Naipin. Disandera dan ditodongkan sejata ke arah Haji Naipin agar memberikan cara melemahkan kesaktian si Pitung, akhirnya Haji Naipin menyerah dan memberitahu kelemahan-kelemahan si Pitung.
Pada suatu saat, Belanda mengetahui keberadaan si Pitung dan langsung menyergap dan menyerang secara tiba-tiba. Pitung mengadakan perlawan, dan akhirnya si Pitung tewas karena kompeni Belanda sudah mengetahui kelemahan si Pitung dari gurunya Haji Naipin
Nama :
Asal :
Jipang
Kesaktian :
Tombak
Sultan Adiwijaya bersikeras untuk menundukan Arya Panangsang, lalu mengumpulkan para penasehat raja-raja berunding untuk menundukan Arya Panangsang. Hasil rundingan diputuskan untuk diumumkan di masyarakat umum "Barang siapa yang dapat mengalahkan Arya Panangsang dari Jipang akan diberikan hadiah dan harta kekayaan". Namun strategi ini gagal dilakukan.
Strategi selanutnya adalah, dengan mengirim pesan kepada Arya Panangsang melalui tukang kebunnya yang diiris kupingnya. Arya Pangsang marah dan memutuskan untuk melawan Sulta Adiwijaya. Karena tidak sabaran maka Arya Panangsang pergi duluan, setibanya di sungai Bengawan ternyata sudah banyak pasukan Sultan Adiwijaya yang sudah lama menantinya. Dengan gigih Arya Panangsang dengan menggunakan tombak saktinya dapat merobohkan banyak pasukan.
Akan tetapi disela perperangan Arya Panangsang mendapatkan luka dibagian perutnya yang sobek sehingga ususnya sampai keluar, oleh Arya Panangsang ususnya di lilitkan di kerisnya dan melanjutkan peperangan tersebut. Betapa gigih dan pemberaninya Arya Panangsang.
Karena peperangan tersebut tidak seimbang karena banyaknya pasukan sedangkan Arya Panangsang hanya seorang diri, luncurlah sebuah tombak menancap di dadanya Arya Panangsang, dan sewaktu Arya Panangsang ingin membalas dengan kerisnya, ia lupa bahwa ususnya ia lilitkan dikeris, akhirnya keris dicabut dan ususnya Arya Panangsang terputus-putus yang mengakibatkan Arya Panangsang tewas.
Nama :
Asal :
Dusun Tarub
Kesaktian :
Hidup berkeluarga dengan bidadari dari kahyangan.
Pada suatu hati Jaka Tarub sedang berjalan ditengah hutan dan melihat burung-burung dan Jaka Tarub menyumpitnya tapi tidak mengena. Burung-butung itu berterbangan dan dikejar oleh Jaka Tarub. Padahal hutan yang dilaluinya ini adalah hutan yang angker sekali. Dikesibukan mengejar burung, Jaka Tarub mendengar suara beberapa wanita yang sedang mandi di sebuah air terjun kecil. Jaka Tarub mengintai dan mengintip dari balik semak-semak belukar. Dan melihat ada sebuah selendang didekatnya dan diambilnya oleh Jaka Tarub.
Ternyata wanita-wanita yang sedang bermandikan itu adalah kumpulan bidadari yang turun dari kahyangan. Salah satu bidadari menyadai kalau Jaka Tarub mengintip mereka yang sedang mandi, akhirnya semua bidadari disitu panik dan terbang kembali ke kahyangan. Kecuali satu bidadari kebingungan mencari selendangnya yang di ambil oleh Jaka Tarub. Lalu si bidadari dan Jaka Tarub saling menyapa.
Bidadari ikut dengan Jaka Tarub ke desanya, lalu mereka berdua hidup bersama sampai mempunyai 1 anak. Selama hidupnya Jaka Tarub walau kerjanya hanya tidur-tidur saja tapi hasil pangannya melimpah karena keajaiban dari bidadari. Lumbung pada penuh, masakan cepat tersaji banyak.
Pada suatu saat Jaka Tarub tak sengaja melanggar janji yang diberikan oleh bidadarinya yaitu tidak boleh membuka hidangan sebelum matang betul. Akhirnya keajaiban sang bidadari hilang. Dan mereka kembali harus bekerjakeras setiap harinya.
Suatu hari si bidadari menemukan selendangnya yang disimpang oleh Jaka Tarub, akhirnya perpisahan pun terjadi, bidadari kembali pergi kekayangan meninggalkan Jaka Tarub beserta anaknya.
Nama :
Asal :
Pulau Madura
Kesaktian :
Pandai besi dan tahan api.
Tenaga semakin berkurang dan Empu Keleng jatuh sakit dan tidak bisa melanjutkan perkerjaanya menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Sri Baginda Brawijaya. Lalu Empu Keleng mengirim berita kepada anak angkatnya yang bernama Jaka Tole. Ia segera menyusul Empu Keleng di Majapahit.
Didalam perjalanan melewati beberapa desa, Jaka Tole bertemu dengan seseorang berjubah hitam mengenakan ikat kepala. Lalu terjadi dialog antara Jaka Tole dengannya. Jaka Tole menceritakan tujuan ke Majapahit untuk menyelesaikan pekerjaan menyelesaikan pintu gerbang besi yang besar dan megah itu dalam sehari, kalau tidak terkena hukuman. Orang berjubah itu memberikan setengkai bunga dan disuruhnya Jaka Tole memakannya, nanti sesampai di Majapahit, bakarlah tubuhmu Jaka Tole nanti dari pusarmu akan keluar patrian untuk menyambung besi-besi pintu gerbang.
Kemudian Jaka Tole melanjutkan perjalannya ke Majapahit dan akhirnya sampai dan menemuni sang raja sri baginda Brawijaya. Lalu Jaka Tole berkesanggupan untuk membantu ayah angkatnya Empu Keleng dan menyelesaikan tugasnya membaut pintu besar besi yang besar dalam satu malam dan jika tidak selesai akan menerim hukuman.
Lalu Jaka Tole mengumpulan para pekerjanya, dan memberitahukan bahwasannya Jaka Tole mempunya patrian besi yang sangat hebat, yaitu dengan cara dibakarnya tubuh Jaka Tole dibagian pusarnya keluar cairan patrian yang bisa digunakan untuk menyelesaikan perampungan pintu besi. Dan dalam satu malam itu pekerja terselesaikan, pintu besar besi jadi. Raja Brawijaya sangat senang menyaksikan pintu gerbang itu. Kemudian Raja Brawijaya memberikan hadiah yang berupa perhiasan perak dan emas
Nama :
Asal :
Desa Banyubiru
Kesaktian :
Dapat menjinakkan dan melawan binatang buas dan ganas.
Ki Buyut Banyubiru memberikan pelajaran-pelajaran ilmu saktinya di Gunung Lawu. Salah satunya adalah dengan merendam diri dalam sungai yang dingin, dengan tujuan dapat mengendalikan hawa nafsu.
Setelah beberapa bulan lamanya Joko Tingkir menimba ilmu, Ki Buyut Banyubiru sudah memperbolehkan agar Joko Tingkir untuk menemui Sultan Demak untuk meminta pengampunan atas yang pernah dilakukannya yaitu membunuh Dadungawuk.
Didalam perjalanannya menuju tempat Sultan Demak, Joko Tingkir banyak menghadapi binatang-binatang buas yang menghadangnya, salah satunya adalah menaklukan raja buaya dan gerombolannya.
Sesampai di desa Sultan Demak, kebetulan di desa tersebut sedang terjadinya banteng buas yang mengamuk dan memporak pondakan seisi desa, pada saat itu juga Joko Tingkir bertemu dengan Sultan Demak untuk meminta pengampunan dengan persyaratan harus dapat melawan banteng buas tersebut, Sultan Demak menyetujuinya. Akhirnya Joko Tingkir berhasil melawan banteng buas itu dengan sebuah pukulan ke kepala banteng, mental dan pecah akhirnya banteng tersebut tersungkur mati.
Prajurit didesa itu terkagum dengan aksinya Joko Tingkir yang telah menghadapi banteng buas dengan tegar dan mengalahkannya.
Sultan Demak mengampuni perbuatan Joko Tingkir tempo hari dan memaafkannya. Kemudian Joko Tingkir diangkat sebagai pempimpin laskar tamtama, dan akhirnya menjadi menantu dari Sultan Demak.
Nama :
Asal :
Hutan Belantara
Kesaktian :
Sakti Mandra Guna
Sangkuriang tumbuh di hutan belantara yang dibesarkan oleh Sang Petapa yang sudah tua, ia banyak belajar ilmu-ilmu kesaktian dan sering melakukan pertapaan. Beranjak dewasa Sangkuriang menjadi pemuda yang gagah perkasa, sakti mandraguna dan tampan.
Diawali dari sebuah kisah, ia sedang berkelana dan pada sebuah hutan ia menolong seorang wanita yang sedang terancam jiwanya oleh seekor badak besar yang ganas siap menerjang, dengan gerak cepat Sangkuriang menolong wanita itu dari marabahaya menggunakan kesaktiannya.
Tanpa disadari Sangkuriang terpesona terhadap wanita ini dan ternyata wanita tersebut adalah ibu kandungnya. Sangkuriang ingin meminang wanita itu, akan tetapi wanita tersebut berkeberatan karana Sangkuriang adalah anak kandungnya, supaya tidak terlaksana maka wanita tersebut memberi persyaratan untuk bisa meminangnya yaitu dengan membuat sebuah danau dan perahu besar dalam satu malam saja, akhirnya Sangkuriang menyanggupinya dan gagal.
Perahu yang setengah jadi itu ditendangnya oleh Sangkuriang dan lama kelamaan berubah menjadi gunung merapi yang sekarang disebut gunung Tangkuban Perahu.
Sangkuriang memohon permintaan ampun kepada sang Dewata atas semua perbuatannya ini.
Nama :
Asal :
Kerajaan Blambangan
Kesaktian :
Sewaktu Bayi Terhanyut Dilautan didalam peti.
Raja Blambangan mengadakan sayembara, "Barang siapa yang bisa menyembuhkan penyakit Dewi Sekar Dadu, ia akan dikawinkan dengan sang putrinya". Maka diundanglah Syekh Maulana Ishaq oleh raja Blambangan untuk menyembuhkan penyakit putrinya.
Syekh Maulana Ishaq berhasil menyembuhkan penyakit sang putri dengan syarat, kalau sang putri sembuh maka keluarga raja harus memeluk agama Islam. Raja setuju.
Usaha Syekh Maulana Ishaq dengan do’a nya berhasil menyembuhkan tuan putri sang raja, sesuai perjanjian maka dikawinkannya. Tetapi raja Blambangan ingkar janji ia tidak mau memeluk agama Islam. Lalu Syekh Maulana pulang ke negeri asalnya yaitu Samudera Pasai di Aceh bagian Utara. Saat itu purti sedang hamil tujuh bulan. Suaminya berpesan bila anaknya laki-laki kelak diberi nama Raden Paku. Lalu Dewi Sekar Dadu melahirkan bayi laki-laki lalu diberi nama Raden Paku yang lebih dikenal sebagai Sunan Giri.
Akan tetapi bayi tersebut singkirkan oleh raja Blambangan dimasukan ke peti dan di buang ke selat Bali. Didalam hanyutan lautan yang begitu luas peti tersebut terombang ambing terbawa arus dan ombak.
Ditengah lautan peti yang berisi bayi tersebut diangkut oleh Kapan yang melintas dan melihatnya, nahkoda kapal terheran bahwa peti yang diambilnya dari lautan didalamnya ada sosok bayi yang mungil.
Kapan tersebut batal berlayar dan kembali ke Gresik, disinilah bayi tersebut diberi nama Joko Samudera dan tumbuh menjadi dewasa.
Joko Samudera alias Sunan Giri ini dididik keagamaan oleh Sunan Ampel dan beberapa waktu berjalan Sunan Ampel mengetahui bahwa Joko Samudera adalah putera pamannya yang bernama Syekh Maulana Ishaq. Joko Samudera menyempatkan diri bertemu dengan ayahnya.
Dengan berkelana menimba ilmu keagamaan sampai ke Mekah, Sunan Giri kembali ke kerajaan Blambangan dan bertemu dengan raja Prabu Minak Sembuyu, raja terlihat senang bisa kembali betemu dengan cucunya, akhirnya agama Islam berkembang di kerajaan Blambangan.
Nama :
Asal :
Zaman Kerajaan Majapahit
Kesaktian :
Menyembuhkan penyakit dan segala perkataanya selalu terkabulkan.
Didalam masa penyebaran agama islam Sunan Ampel suka memberikan petuah-petuah ataupun sesuatu yang dapat menyembuhkan penyakit dengan hanya berucapkan dua kalimat sahadat. Sunan Ampel mendirikan beberapa pesantren guna memasyarakatkan ajaran agama islam, yang pada waktu itu dikenal salah satu ajarannya adalah "MOLIMO" yaitu tidak bermain judi, tidak minum minuman keras, tidak mengisap candu ganja, tidak mencuri dan tidak berzinah.
Sunan Ampel yang memberikan gagasan agar didirikan kerajaan Islam pertama di Jawa yaitu Kerajaan Demak yang di rajai oleh Raden Patah. Selain itu Sunan Ampel juga mendirikan Masjid Agung Demak yang tersohor sampai saat ini, dari empat tiang salah satunya dibuat dari serpihan kayu tipis-tipis yang dilapis menjadi tiang yang dinamai Tiang Sunan Ampel.
Didalam Masjid Agung Demak inilah terjadi suatu kemukjijatan yaitu salah satu murid Sunan Ampel yakni Mbah Saleh yang usianya sudah tua yang kerjaannya selalu membersikan Masjid Agung Demak ini wafat, dan semenjak wafatnya keberadaan Masjid tidak sebersih sewaktu Mbah Saleh masih ada. Sunan Ampel pun berkata "Seandaikan Mbah Saleh masih hidup pasti Masjid ini sangat bersih", secara tiba-tiba Mbah Saleh hidup kembali sedang membersihkan Masjid. Dan kisah Mbah Saleh ini ia telah wafat dan hidup kembali sebanyak sembilan kali, ia hidup setelah Sunan Ampel berucap "Seandaikan Mbah Saleh masih hidup pasti Masjid ini sangat bersih". Disamping Masjid terdapat sembilan makam yaitu makam Mbah Saleh.
Nama :
Asal :
Gresik
Kesaktian :
Dapat berkomunikasi dengan ikan dan memberhentikan badai.
Selama perjalanan menuju ke Gresik perahunya mengalami kehancuran akibat tertabrak oleh batu-batu. Raden Qosim tercebur didalam lautan namun seekor ikan yang cukup besar menghampirinya. Dan terjadikan percakapan dan saling berkomunikasi. Lalu Raden Qosim naik diatas punggung ikan tersebut dan dibawanya kedaratan.
Kehadiran Raden Qosim disambut gembira oleh masyarakat karena ia luwes berdakwah dan ramah dan dalam beberapa bulan saja sudah banyak yang menganut memeluk agama islam.
Ajaran-ajaran Sunan Drajat yang dikenal adalah antara lain Berilah tongkat bagi yang buta, Berilah makan bagi yang kelaparan, Berilah pakaian bagi yang telanjang dan Berilah tempat berteduh kepada yang kehujanan.
Didalam berdakwah ia cukup banyak memberikan nasihat-nasihat kepada masyarakat, dimana nasihat-nasihatnya menjadi pedoman hidup. Dan ia selalu mengingatkan bahwa para orang tua, guru maupun pemimpin haruslah menjadi contoh teladan bagi anak-anaknya.
Nama :
Asal :
Jawa Cirebon
Kesaktian :
Menyembuhkan Penyakit
Pada tahun 1511, Malaka dikuasai Portugis. Beberapa waktu kemudian Portugis berusaha menguasai Jawa melalui pelabuhan Sunda Kelapa. Untuk menahan serangan itu Sunan Gunung Jati dibantu oleh Senopati Demak Bintoro yang bernama Fatahillah, dan Portugis dapat mereka halau. Fatahillah diangkat menjadi adipati dan Sunda Kelapa berganti nama menjadi Jayakarta.
Suatu malam Sunan Gunung Jati sehabis shalat di perhau ditepi pantai, seusai berzikir dan membaca wirid ia tertidur nyenyak. Dan perahu itu terbawa arus ke Cina, setibanya disana Sunan Gunung Jati membuka praktik pengobatan secara Islam. Orang-orang diajak berwudhu dan shalat bersama. Banyak yang sembuh dari penyakitnya.
Sejak itu banyak warga Cina memeluk agama Islam. Bahkan seorang menteri bernama Pai Lian Bang menjadi pengikut setia Sunan Gunungjati. Melihat kejadian ini Kaisar Cina menjadi marah. Dan dipanggilnya Sunan Gunungjati ke istana untuk dijadikan umpan tipu muslihat dengan cara putri yang masih gadis bernama Ong Tien didandani terlihat seperti sedang hamil seperti saudaranya Ong Hien. Sulit membedakan siapa diantara kedua-duanya yang benar-benar hamil.
Setelah bertemu Kaisar berkata "Bila Tuan memang betul memiliki ilmu yang sakti, tebaklah siapa diantara mereka yang sedang hamil". Setelah bedo’a sejenak Sunan Gunungjati menjawab bahwa "Ong Tien lah yang sedang hamil".
Medengar jawaban itu Kaisar tertawa, ia mengira Sunan Gunungjati telah diperdayainya. Lalu dengan tegas Sunan Gunungjati tetap dengan pendirian. Setelah dilakukan pengecekan ternyata benar ! Ong Tien sedang mengandung.
Kaisar kebingungan kenapa bisa begitu, dan Kaisar menjadi malu atas perbuatannya. Ia lalu berjanji akan memeluk agama Islam, serta memohon agar Sunan Gunungjati bersedia menikahi Ong Tien. Lalu Sunan Gunungjati menerima dan kembali ke Jawa
Nama :
Asal :
Zaman Kerajaan Majapahit
Kesaktian :
Paling sakti dari pada Sunan-sunan lainnya
Raden Said atau disebut juga Sunan Kalijaga sangat prihatin kondisi daerahnya seperti itu yang sangat memprihatinkan. Lalu ia mempunyai cara agar orang-orang miskin tidak kelaparan dengan cara membongkar gudang-gudang para penguasa dan pejabat di malam hari, lalu hasilnya diletakan didepan pintu rumah orang-orang miskin.
Namun ulah Sunan Kalijaga akhirnya ketahuan dengan seringnya tiap malam membongkar gudang-gudang. Dan tertangkapnya Sunan Kalijaga lalu dibawanya ke ayahnya Tumenggung Wilantika yang menjadi penguasa saat itu. Kemudian Sunan Kalijaga mendapat hukuman dari ayahnya.
Pada masa mudanya ia bertemu dengan Pak Tua (seorang wali) di suatu hutan dan ia belajar banyak ilmu darinya, termasuk bersemedi menunggu tonkat yang ditancapkan oleh Pak Tua disuatu sungai. Maka dari itu ia dikenal dengan nama Sunan Kalijaga yang artinya penjaga kali.
Sunan Kalijaga menyiarkan agamanya dengan berkelana dan keliling dari desa yang satu ke desa lainnya. Didalam berdakwah ia padukan dengan kesenian diantaranya tembang ciptannya adalah Dandhang Gula dan Ilir-ilir.
Nama :
Asal :
Jipang Panolan
Kesaktian :
Menyembuhkan Penyakit
Saat Sunan Kudus sedeng menunaikan ibadah haji, di Mekkah sedang mewabah penyakit yang sulit disembuhkan dan rada Arab sampai mengumumkan sayembaya barang siapa yang bisa menyembuhkan warga Mekkah akan diberi hadiah. Sudah banyak sekali yang mencoba tapi gagal.
Lalu Sunan Kudus yang waktu itu berada di Mekkah mencobanya dan berhasil memerangi wabah penyakit. Didepan Ka’bah yang disebut Multazam dipanjatkannya do’at yang khuyuk kepada Tuhan, ia memohon kekuatan untuk menyembuhkan rakyat Mekkah. Allah mendengar do’a tersebut dan mengabulkannya. Mekkah dan keluarha Raja Saudi Arabia akhirnya sembuh dari penyakit.
Ketika Raja hendak memberi hadian berupa emas dan uang, Sunan Kudus menolaknya dengan halus dengan berdalih bahwa kesembuhan rakyat Mekkah karena kemauan dari Allah. Namu Raja bersikeras karena do’a Sunan Kudus lah penduduk Mekkah terbebas dari wabah penyakit.
Karena dipaksanya oleh Raja Arab untuk menerima hadiah, Sunan Kudus berkali-kali meolak denga halus, dan tiba-tiba Sunan Kudus teringat pada masjid yang dibangunnya di Jawa. Baiklah Yang Mulia, ucap Sunan Kudus, saya hanya memohon sebuah batu yang berasal dari Baitul Maqdis di Palestina. Batu itu akan saya pasang di pengimaman masjid saya di jawa, ucap Sunan Kudus. Dengan senang hari Raja menuruti permintaannya itu dan Batu mulia pemberian Raja Arab dibawah pulang.
Nama :
Asal :
Pengembara
Kesaktian :
Mendatangkan Hujan
Syekh Maulana Malik Ibrahim yang disebut juga Sunan Maulana Malik Ibrahim adalah seorang ulama yang mengembara.
Pada saat mengembara disuatu tempat yang sangat amat panas dari kejauhan ia melihat kerumunan banyak orang. Orang-orang disitu mengelilingi panggung batu-batuan. Diatas batu-batuan itu terdapat seorang gadis berpakaian putih yang di apit oleh dua orang lelaki berbadan besar dan bengis memegangkan tangan sang gadis yang sembari meronta-ronta. Disitu juga ada seorang pendeta yang sedang membacakan matranya. Si pendeta akan memulai upacaranya dengan memegang pisau.
Ditengah-tengah upacara itu, Sultan Maulana Malik Ibrahim datang mengampirinya. Ada tontonan apa ini Tuan ?, lalu si pendeta menjawab "Upacara persembahan Tuan. Dan kenapa gadis itu menjerit dan meronta-ronta ?, "Dialah gadis yang sebentar lagi akan dibunuh untuk dipersembahkan kepada dewa hujan". Untuk apa ?, agar mendatangkan hujan karena daerah kami sudah mengalami kemarau yang berkepanjangan, sehingga ladang kami tidak bisa menghasilkan panen.
Sesaat lagi si pendeta akan menikamkan pisaunya ke tubuh sang gadis. Hei Kalian ! TUNGGU ! Jangan dibunuh gadis itu ! ucap Sunan Maulana Malik Ibrahim. Lalu Sunan memohon agar upacara ini diberhentikan akan tetapi kedua orang laki-laki berbadan besar langsung menyergap Sunan Maulana Malik Ibrahim untuk ditangkapnya. Namun baru beberapa langkah saja kaki mereka berdua lumpuh tidak bisa bergerak.
Maaf Tuan Tuan semuanya ! kami ingin membatu kalian, ucap Sunan Maulana Malik Ibrahim. Lalu dibantah oleh si pendetanya "Ah Omong Kosong ! kalian tidak mungkin dapat membantu kami. Kami memerlukan air hujan!". Lalu Sunan berkata kepada orang-orang disekitarnya, "Sudah berapa korban yang dibunuh ?", "Ini korban yang ketiga Tuan" ucap orang-orang disitu. "Apakah hujan sudah turun ?", "Belum Tuan !" ucap orang-orang disitu. "Apakah kalian ingin tetap hujan turun ?", "Betul Tuan, kami sangat membutuhkan air hujan" ucap orang-orang secara serempak."Baik Insya Allah Tuhan akan menolong kalian" ucap Sunan Maulana Malik Ibrahim.
Sunan Maulana Malik Ibrahim bersama kelima muridnya menghadap ke kiblat, melakukan shalat sunah Istiqah (memohon hujan) dua rakaat. Beberapa saat kemudian langit terlihat mendung lalu hujan turun dengan lebatnya.
Orang-orang bersorak gembira. sudah lama sekali mereka menantikan kehadiran hujan deras seperti ini. Bapak-bapak Ibu-ibu sekalian berhentilah bersorak-sorak dan menari. Tenanglah !. Mari kita bersama-sama mengucap syukur Alhamudlilah ucap Sunan Maulana Malik Ibrahim.
Lalu Sunan berkata jangan berterima kasih dan menyembah-nyembah kepadaku, karena hujan yang turun ini adalah kehendak Allah, lalu orang-orang tersebut diajarkannya mengucap dua kalimat sahadat dan masuk agama Islam
Nama :
Tahun :
1785 - 1855
Status :
Pahlawan Nasional
Ditahun 1820-an kompen Belanda sudah memasuki dan mencampuri urusan kerajaan-kerajaan Yogyakarta. Peraturan tata tertib dibuat oleh pemerintah Belanda yang sangat merendahkan martabat raja-raja Jawa. Para bangsawan diadu domba. Tanah-tanah kerajaan banyak yang diambil untuk perkebunan milik pengusaha-pengusaha Belanda.
Melihat kondisi seperti itu, Pangeran Diponegoro merasa tidak senang, lalu meninggalkan keraton dan menetap di Tegalrejo. Lucunya Belanda menuduhnya menyiapkan pemberontakan. Tanggal 20 Juni 1825 pasukan Belanda menyerang Tegalrejo dan dengan demikian mulailah perang yang dikenal dengan nama Perang Diponegoro (1825 - 1830). Setelah Tegalrejo jatuh, Pangeran Diponegoro membangung pusat pertahanan di Selarong. Lalu perang dilancarkan secara gerilya. Belanda kewalahan karena sulit dihancurkan dan Belanda mengalami kesulitan.
Beberapa tokoh perlawanan dibujuk oleh Belanda sehingga mereka menghentikan peperangan. Sejak tahun 1829 perlawanan semakin berkurang, tapi masih berlanjut terus. Belanda mengumumkan akan memberi hadiah sebesar 50.000 golden kepada siapa saja yang dapat menangkap Diponegoro.
Pasukan dan kekuatan Diponegoro melemah, tapi ia tidak pantang menyerah. Karena Belanda tidak berhasil menangkap Pangeran Diponegoro, lalu Belanda menjalankan cara yang licik yaitu dengan cara mengundang Pangeran Diponegoro untuk berunding di Magelang tanggal 28 Maret 1830, tapi Diponegoro malah ditangkap dan dibuang ke Menado, kemudian dipindahkan ke Ujungpandang.
Pangeran Diponegoro meninggal duni di benteng Rotterdam Ujungpandang, pada tanggal 8 Januari 1855 dan dimakamkan disana.
Nama :
Tahun :
1772 - 1864
Status :
Pahlawan Nasional
Ia banyak belajar soal agama dari orang-orang ulama di Sumatera Barat dan akhirnya ia menjadi seorang guru agama di Bonjol. Sebagai tokoh ia cukup disegani. Disini ia menyebarkan paham Paderi.
Di tahun 1821 Belanda dengan bala bantuanyannya menyerang kaum Paderi untuk menguasa daerah Sumatera Barat. Tuanku Imam Bonjol memimpin pertarungan ini dan akhirnya Belanda kewalahan dan terpaksa mengadakan perjanjian Masang tahun 1824 yanng mengakui bahwa Tuanku Imam Bonjol sebagai penguasa daerah Alahan Panjang. Namun perjanjian ini dilanggar oleh Belanda dan peperangan kembali berkorbar.
Sebagian demi bagian daerah tersebut jatuh ke tangan Belanda. Daeran Tuangku Imam Bonjol bertambah sempit dan terkurung oleh daerah-daerah Belanda. Tahun 1832 Bonjol berhasil diduduki oleh Belanda, tetapi beberapa bulan kemudian Paderi direbut kembali. Belanda menyerang Tuanku Imam Bonjol berkali-kali tapi selalu gagal. Lalu Belanda mengadakan perdamaian namun Tuaku Imam Bonjol mencurigainya.
Kurang lebih tiga tahun kemudian Belanda mengepung dan Bonjol kembali direbut tangan Belanda. Tgl 16 Agusutus 1837. Tuanku Imam Bonjol berhasil meloloskan diri dan berjuan ditempat lain.
Tahun 1837 Tuanku Imam Bonjol diundang untuk perundingan, namun taktik licik Belanda ini berhasil menangkap Tuanku Imam Bonjol dan dibuang ke Cianjur Jawa Barat, lalu ke Ambon dan berakhir di Lotan dekat Manado. Ditempat inilah Tuanku Imam Bonjol meninggal dunia pada tgl 8 Nopember 1864 dan dimakamkan disana.
Nama :
Lebih dikenal dengan nama Thomas Matulessy lahir di Haria pulau Saparua Maluku tahun 1783. Didalam masa hidupnya sempat mengalami pergantian masa pemerintahan dari Belanda ke tangan Inggris ditahun 1798. Lalu pada masa pemerintahan Inggris, Patimura ikut milite dan memperoleh pangkat sersan.
Tak lama kemudian Belanda kembali berkuasa di kota Maluku dan para penduduk mengalami penderitaan karena dipaksa kerja rodi dan memberikan hasil rempah-rempahnya kepada Belanda. Karena keadaan demikian maka penduduk Maluku angkat sejata untuk melepaskan diri dari ikatan penderitaan pemerintah Belanda.
Thomas Matulessy diangkat menjadi pemimpin guna melawan Belanda dengan gelar Kapitan Pattimura. Dengan kepemimpinannya maka berhasil merebut benteng Duurstede pada tahun 1817. Semua pasukan Belanda yang berada didalam benteng itu termasuk Residen Van den Berg, tewas. Namun Belanda mengirim pasukan yang lebih besar lagi dengan persenjataan yang lengkap dan benteng Duurstede berhasil di ambil alih lagi oleh Belanda. Dan Belanda kembali menyerang balik dengan secara besar-besaran. Dikarenakan perlawanan tidak seimbang maka Kapitan Pattimura tertangkap pada saat berada disebuah rumah rekannya berikut beberapa temannya. Lalu Kapitan Pattimura dibawa ke Ambon dan Belanda membujuk untuk bekerjasama, namun bujukan itu ditolak.
Akhirnya kolonial Belanda memutuskan untuk menjatuhi hukuman gantung kepada Pattimura. Sebelum digantung Belanda kembali membujuk Pattimura untuk bergabung bekerjasama, tapi ditolak lagi. Dan pada hari Selasa 16 Desember 1817 Pattiura dihukum gantung didepan benteng Victoria di Ambon.
Betama gigihnya semangat dan tekad Kapitan Pattimura terdahap demi membela daerahnya dan bangsanya.
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer